Meniti Jalan Kejayaan Indonesia

Indonesia begitu tersohor dan masyhur akan kekayaan alam yang melimpah dan beraneka ragam serta memiki sumber daya manusia terbesar ke empat. Kedua hal tersebut merupakan awal yang bagus bagi keberadaan serta perkembangan suatu bangsa. Jika dibandingkan dengan negara negara Asia bahkan eropa sekalipun Indonesia isa menempatkan posisi terdepan dalam pemenuhan sumber daya alam dan manusia.
Namun jika ditilik dari perspektif kecil pola pola kehidupan dan kausalitas yang bersinergi dengan budaya kita bisa dianggap kedua potensi di atas masih kurang mendukung satu sama lain.Orang Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan ras ini masih memliki ego yang tinggi untu menjadi yang terdepan dan yang terbaik. Di satu sisi ingin kaya tetapi di sekitarnya ingin menjatuhkan. Satu keinginan untuk maju ke depan sedangkan yang lain ingin hal trsebut agar stagnan dalam artian tidak meruah kebiasaan yang sudah ada. Dalam praktik pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir yang ada di daerah Jepara masih aja menemui sandungan dan tentangan dari berbagai pihak. Dan bahkan lucunya lagi ketika suatu idiologi yang merupakan falsafah hidup suatu bangsa akan diubah. Ini sungguh suatu ironi yang saling bertolak belakang. Di satu sisi tidak mau terjadi peruahan demi terciptanya kehidupan yang lebih baik sedangkan fenomena yang kedua menginginkan perubahan yang diluar pemikiran, yaitu mengubah idiologi suatu bangsa. Ini bukti bahwa pemikiran yang saling bertlak belakan dan masih menjadi hegemoni di kalangan warga Indonesia senantiasa saling beradu dalam argument argument yang saling menguatkan. Tahun 2000, konflik Maluku yang menelan ratusan Korban dari dua etnik kelompok agama yang berbeda menandakan adanya kekurang hati hatian dalam memahmi suatu fenomena dan asal muasal dari penyeba saling menyalahkan. Dimanakah adanya satu pemahaman yang benar dalam hidup yang beraneka ragam? Dimaan letak logika ummat dikala ada perbedaan dan perubahan? Apa peran dari kawula muda dalam menyngsong masa depan?
Salah satu hirarki yang menarik dalam negeri kita tercinta ini adalah sifat dan sikap yang sbagian besar “ mudah menerima” dan patuh dalam mentaati suatu peraturan tertentu atau adanya kebijakan yang berubah ubah. Kita sebagai warga negara tak berkutik untuk melayangkan dan memberikan inspirasi demi kemaslahatan bersama. Hanya oang oang tertentu dan punya misi tersendirilah yang mampu menyusun tak tik dan peraturan peraturan meskipun hal tersebut berpengaruh negative terhadap khalayak umum, terlebih kaum proletar yang tersingkirkan dan terbuang. Mengapa mereka bisa terbuang? aPakah mereka tak punya hak dan kewajiban layaknya manusia yang hidup di tanah petiwi ini? Sudah matikah makna dari pasa 34 yang jelas jelas membela rakyat jelata? Dimanakah peran kaum orjuis Indonesia yang katanya masuk dalam 100 orang terkaya di Indonesia?.dalam hal ini jelaslah bahwa kemiskinan adalah “cap” yang patut disandang bagi negara Indonesia. Tak bisa dipungkiri mereka terdampar dalam lingkaran kefanaan dan kesengsaraan yang saling turun temurun. Dari ayah tukang ojek, ahirlah anak tukang bengkel, dari ibu penjual jamu gendong lahirlah anak penjual Koran di jalanan, dari orang tua tukang ojek lahirlah ana tukang becak. Satu siklus yang berkesinambunagn itu layaknya suatu proses yang menjadi kebiasaan dan mengakar dalam negeri tercinta ini. Suatu bentuk kejahilan apabila suatu hal yang stagnan trjadi secara terus menerus tanpa adanay perahan. Bukan kah hari ini harus lebih aik dari hari kemarin dan hari beso harus lebih baik dari hari ini? Lalu kapankah kita puya keberanian untuk menguah menjadi yang aik dari yang terbaik? Suatu kunci yang utama adalah ketekadan dan keberanian untuk menggubah suatu pola yang lebih baik.
Indonesia, dengan predikat negara terkorup ketiga didunia. Dengan antek antek dan bandit bandit yag trsusun secara rapi dalam suatu parlemen. System keamanan dan kejahatan yang ternyata memilki hubngan yang mesra. Tatanan perekonomian yang sedemikian tidak meratanya dari satu individu terhadap individu yang lain. Akankah hal ini akan terus menerus dipertahankan? Manakah keberanian kita untuk mengubahnya? Apakah kita takut denagn resiko yng hendak kita capai? Sudah saatnyalah kita berbenah diri menjadi insane kamil. Manusia yang berpikir maju dan progresif. Tekun ulet dan punya talenta untuk menciptakan inspirasi dan konspirasi pemikiran demi Indonesia Jaya. Budaya “ malas” dan “menerima apa adanay” harus kita singkirkan satu persatu. Pembenahan dalam diri sendiri adalah langkah awal untuk menciptakan Indonesia Jaya. Era milineum ini sudah tidak pntas lagi bagi warga Indonesia untuk berpangku tanagn, beralas malasan dan membuang buang waktu dengan hal yang tidak membawa manfaat sedikitpun. Pemikiran ketraumaan dalam suatu proses kegagalan juga harus dihilangkan. Manusia Indonesia dengan mudahnya trauma dan tidak mau lagi mengulangi suatu pengalaman yang telah menghantarkannya dalam kegagalan.bukankah kegagalan adalah kunci untuk meraih kesuksesan? Jika emua hal dan dogma dgma serta doktrin doktrin yang dipaparkan dalam pernytaan di atas dapat disirnakan maka hal itu adalah modal berharga bagi Kejayaan Indonesia Raya. Yang lebih penting lag adalah keeranian. Ya, suatu keberanian yang megarah pada kebenaran dan membawa pada kemajuan. Walaupun hal tersebut bisa saja membawa dmpak negative bagi dirinya tapi sudah selayaknyalah jika keberanian dalam peruahan adaah suatu keharusan.
Negeri tercinta Indonesia ini dikemudian akan bermetamorfosis menjadi negeri adidaya yang disegani oleh negara negara lain di dunai.negeri yang dijadikan kiblat bagi negara negara yang masih berstatus negara berkembang di kemudian hari. Negeri yang menjadi sejsjar dengan negara negara layanya Amerika , Inggris dan sekutu sekutunya. Apakah hal tersebut bisa terjadi? Indonesia di sauatu saat nanti akan menjelama sebagai suatu negara yang memilki sumber inspirasi dari pemikir pemikir revolusinis Indonesia serta hasil dari pemikiran pemikiran anak anak bangsa yang sudah melalang buana mengitari dunia. Indonesia akan mengubah system yang sudah rusak namun masih saja diperthankan tanpa memikir apa yang nantinya menjadi output dalam “pengegolan “ suatu kebijakan dan arahan yang hanya dilontarkan oleh sekelumit oknum dan sekawanan elit petinggi bangsa.. anak anak bangsa yang memang mempunyai potensi khusus dalam bidangnya telebih dalam teknologi dan jaringan akan segera “dimilki” dan “dianakkan” oleh bangsa tercita. “ manusia “ Indonesia yang sudah melakukan kesalahan entah itu korupsi, kriminalitas dan perbuatan perbuatan tak menyenangkan di hati publik akan segera disingkirkan. Sehingga hilanglah suatu lirik yang berbunyi “aku heran..aku heran yang salah dipertahankan; aku heran ..aku heran, yang benar disingkirkan”. Heran juga melihat tampang tampang dipinggir jalan yang dulunya terlibat skandal,yang dulunya terbukti gagal, yang dulunya sekedar omong saja masih punya nyali untuk menjadi pemegang tampuk kekuasaan bangsa. Tidak ada penganti yang lebih layakkah? Apakah yang lain hanya tinggal diam dan teus diam? Sisem ini suatu saat nanti akan hilang seirnig berkembangnya pemikiran dan pemahaman pola kemajuan bangsa bangsa tertinggal dan keeksisan negara negara maju. Suatu saat nanti birokrasi yang erbelit belit dan berliku liku akan dimusnahkan. Bantuan dari pemerintah langsung bisa disampaikan tanpa melalui perantara perantara tanagn tanagan tak bertanggung jawab.dalam konteks pembangunan misalnya, pemerintah langsung mengirimkan dana melalui pengiriman khusus lewat badan negara yang dinamakan “ dinasti penyalur dana pemerintahan Indonesia”. Penambahan pembuatan undang undang tegas mengenai pelaku korupsi dengan sanksi dilarang menduduki tempat dalam kepemerintahan dan BUMN dalam bentuk apapun karena sudah terbukti melakukan kesalahan dan terlibat skandal. Mengganti anggota anggota parlemen dengan orang orang baru, tetapi tidak mengesampingkan masih menempatkan orang lama asal tidak atau belum pernah terkena skandal. Menelusuri jejak dari anak bangsa yang telah berhasil dalam kiprahnya di dunia internasional untuk membenahi bangsa ini, bersama sama meraih kejayaan. Memfokuskan arah dari masing masing potensi manusia Indonesia untuk senantiasa mengembangkan, memperbarui dan menginovasikan suatu system yang sudah ai untuk dilanjutkan ke jenjang selanjutnya. Sehingga dalam contoh bidang energi mislanya kita bisa menyamai keeranian Iran dalam melakukan suatu perubahan yang benar benar berani. Berani mennaggung resiko dan tantangan yang hendak dihadapinya kelak. Manusia Indonesia juga akan menjadi seperti manusai manusia maju lainnya untuk senantiasa bergerak dan melakukan rotasi kegitan yang tidak monoton. Indonesia Jaya dan kemajuan akan direngkuhnya dan akan mengalahkan negara negara tetangganay seperti Malaysia, Brunei, Thaialnd bahakan Singapua dan Jepang pun bia tersaingi. Ini adalah hal yang bisa terjadi pada masa Indoneia jaya. Indonesia Jaya bukan hanya nama namun juga dipenuhi oleh manusia manusia yang berkompeten dalam bidangnya. Sudah tidak ada lagi TKI dan TKW yang bekerja di luar negei pada masa Indonesia Jaya. Bahakan suatu hal yang pasti kita akan menjadi panutan dan teladan bagi negara negra lain baik dari segi ilmu, budaya , system pemerintahah maupun konsep pengetahuan modern. Indonesia Jaya yang mempunyai penduduk sedemikian banyaknya iini akan mengalami kejayaan dengan prinsip perubahan dan keberanian. Indonesia Jaya yang duluya adalah Indonesia yang sangat ergantung pada kemampuan asing justru berbalik menjadi Indonesia Jaya yang diutuhkan oleh pihak asing. Orang orang Indonesia yang sudah berhasil mencapai targetan dalm artian sukses mencari ilmu di negara negara di dunia akan pulang dan menjawab suatu perubahan dan erandil besar dalam meniti kedigdyaan. Indonesia yang dulunya memiliki teknologi yang sederhana kini disulap oleh tangah tangan professor professor mili angsa yang sudah teruji kehebatannya dalam forum forum penyampaian presentsi seputar teknologi mutakhir dan teknologi inovasi berkat wadah khusus dari Indonesia Jaya buat anak didik bangsa yang sudah benar benar handal dan pionir di negera maju, layaknya habii yang ada di german dan salah satu warga Indonesia yang mempunyai ladang minyak di negara Myanmar.
Indonesia Jaya adalah cerminan dari kesatuan tekad, keberanian sikap dalam peubahan, keloyalitasan yang tinggi terhadap tanah air serta rasa nasionalisme yang pulih kembali di hai sanubari manusia Indonesia. Indonesia Jaya mampu mengayomi lebih dari 200 jiwa manusia yang sudah tersebar merata di seluruh wilayah negeri tercinta ini berkat tersusun dengan rapinya system administrasi perpindahan dan pemertaan wilayah bagi manusi manusia Indonesia tercinta.efisiensi dan efektivitas dalam pengguanan dan pengolahan SDA serta penghematan penggunaan output utput yang dihasilkan dalam eragai bidang dan prasarana yang ada di seluruh penjuru pelosok negeri tercinta ini.
Go Fight Indonesia Jaya. Negara Jaya!

Komentar

Postingan Populer